Doa Qunut

Doa qunut adalah doa yang disyariatkan dalam shalat Witir. Doa ini bisa dibaca sebelum ruku’ (setelah membaca surah atau ayat Al Qur’an) atau setelah bangun dari ruku’ pada saat rakaat terakhir.

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Bacaan Doa Qunut

“Allahummahdiini fiiman hadait, wa’aafini fiiman ‘afait, watawallanii fiiman tawallait, wabaarik lii fiima a’thait, waqinii syarrama qadlait, fainnaka taqdhi walaa yuqdho ‘alaik, wainnahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbana wata’aalait.”

Arti Doa Qunut

“Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi”


* Mohon maaf, untuk teks / tulisan Arab untuk saat ini belum bisa ditampilkan. Tapi insya'allah tulisan bacaan di atas sudah sesuai dengan bacaan bahasa Arab-nya, termasuk panjang pendek dan tajwid-nya. Apabila ada kesalahan, harap disampaikan pada form komentar di bawah.


   

7 Responses to “Doa Qunut”

  1. cece says:

    doanya kok cm itu???masih ada lanjutannya lagi :)

  2. pencari ilmu says:

    maaf, saya hanya bertanya… do'a qunutnya rujukannya diambil dari mana ya??? lalu disyari'atkan dalam shalat witir, adakah dalilnya yang menguatkan?

  3. MR says:

    kok do’a nya gk lengkap sampe akhir ?

  4. icang says:

    do’a nya kurang i2..

  5. brindells says:

    Tlg d lengkapi d0ng biar ga salah..kan kasian ntr kalo ada yg ga tau

  6. agoes says:

    untuk " pencari ilmu " Perbedaan pendapat seputar pelaksanaan qunut ini bermula dari penggunaan sumber/dalil yang berbeda.

    Madzhab-madzhab yang menyatakan bahwa qunut hanya dilakukan pada salat Witir (Hanafiyah dan Hanbaliyah) mendasarkannya pada riwayat Ibnu Mas'ud ra., "Bahwasanya Nabi SAW pernah melakukan qunut salat Subuh selama sebulan, tetapi kemudian ditinggalkannya."

    Sedangkan Syafi'iyah dan Malikiyah menggunakan dalil dari Sahabat Anas bin Malik: "Rasulullah selalu melakukan qunut, sampai beliau meninggal dunia."

    Kesimpulannya, keputusan terserah masing-masing. Untuk memakai qunut atau tidak tinggal kemantapannya, dan siapa yang diikutinya (bagi yang masih taklid). Tidak perlu menyalah-nyalahkan orang lain. Karena sebenarnyalah qunut itu hukumnya sunah. Mau memakai qunut boleh, meninggalkannya pun boleh. Apalagi pelaksanaannya pun tidak sama, ada yang mengatakan khusus untuk salat Subuh, ada pula yang Witir. Ada yang sebelum ruku' ada pula yang setelah ruku'. Semuanya mempunya dalil tersendiri.

  7. agoes says:

    untuk jawaban " pencari ilmu " : Perbedaan pendapat seputar pelaksanaan qunut ini bermula dari penggunaan sumber/dalil yang berbeda.

    Madzhab-madzhab yang menyatakan bahwa qunut hanya dilakukan pada salat Witir (Hanafiyah dan Hanbaliyah) mendasarkannya pada riwayat Ibnu Mas'ud ra., "Bahwasanya Nabi SAW pernah melakukan qunut salat Subuh selama sebulan, tetapi kemudian ditinggalkannya."

    Sedangkan Syafi'iyah dan Malikiyah menggunakan dalil dari Sahabat Anas bin Malik: "Rasulullah selalu melakukan qunut, sampai beliau meninggal dunia."

    Kesimpulannya, keputusan terserah masing-masing. Untuk memakai qunut atau tidak tinggal kemantapannya, dan siapa yang diikutinya (bagi yang masih taklid). Tidak perlu menyalah-nyalahkan orang lain. Karena sebenarnyalah qunut itu hukumnya sunah. Mau memakai qunut boleh, meninggalkannya pun boleh. Apalagi pelaksanaannya pun tidak sama, ada yang mengatakan khusus untuk salat Subuh, ada pula yang Witir. Ada yang sebelum ruku' ada pula yang setelah ruku'. Semuanya mempunya dalil tersendiri.

Leave a Reply